Kamis, 02 Februari 2012

Menjadi Pemenang dalam Pertarungan

invisible Si Anto tak bisa melihat si Budi dengan kasat mata, sedangkan si Budi bisa melihat si Anto dengan jelas. Jika si Anto berperang dengan si Budi, manakah yang menang diantara mereka berdua?
Sederhana mengetahui jawabannya. Tentu si Budi yang menang, sebab si Budi bisa dengan jelas melihat si Aanto. Si Budi bisa dengan mudah dan kapan saja menyerang si Anto tanpa sepengetahuan si Anto.
Hal ini sejalan dengan prinsip energi. Kita ketahui bersama bahwa dunia dan isinya adalah hamparan energi. Ada energi yang tak terlihat (invisibel) dan ada energi yang terlihat (visibel). Energi invisibel dipelajari dengan menggunakan Fisika Quantum, sedangkan energi visibel menggunakan Fisika Newton.
hukum ketertarikanSalah satu prinsip energi adalah energi invisibel lebih berkualitas dari energi visibel. Semakin tak terlihat, semakin kuat energi itu. Fisika Quantum menjelaskan bahwa energi visibel berasal dari energi invisibel. Sesuatu yang terlihat itu berasal dari yang tak terlihat. Itulah kenapa dalam Fisika Quantum dikenal hukum LOA (Law of Attraction) yaitu Hukum Ketertarikan. Sebagaimana yang dijelaskan Rhonda Byine dalam bukunya The Secret: dalam alam pikiran (invisibel) negatif menarik negatif dan positif menarik positif. You are what you think.
Semakin sering kita memikirkan hal-hal negatif maka semakin kuat kita menarik kejadian-kejadian negatif dalam kehidupan kita. Sebaliknya, semakin sering atau fokus kita memikirkan hal-hal positif maka kita akan menarik hal-hal positif dalam hidup kita. Ingat, dijelaskan juga dalam Fisika Quantum bahwa pikiran kita memiliki frekuensi yang menarik keselerasan frekuensi dengan alam semesta (di luar diri kita) dan, energi mengalir ke titik fokus perhatian (sesuatu yang fokus).
Invisibel vs Invisibel
Kita sering membaca atau mendengar ujaran  bahwa amal tergantung niat. Betulah adanya. Karena niat merupakan sesuatu yang tak terlihat, maka punya kekuatan besar, memiliki energi yang besar. Banyak cerita-cerita keagamaan yang memaparkan tentang keajaiban niat dan keyakinan, itu benar adanya. Tak ada yang namanya kebetulan.
Alam ini dirancang oleh Sang Maha Pencipta dengan semua ketetapan hukum causalitas atau sebab-akibat. Jadi tak ada yang namanya kebetulan. Yang ada hanyalah kita tak memahami seperti apa mekanisme proses sebab-akibat itu terjadi. Munculah pernyataan jalan yang tak diduga-duga. Padahal semua itu ada dalam ketetapan Ilahi, sedangkan kita terbatas untuk memahami mekanisme dahsyat tersebut. Niat dan keyakinan itu energi invisibel. Semakin kokoh sebuah bangunan, tergantung kekuatan pondasinya, dan pondasi itu tidak terlihat. Semakin tinggi menjulang sebuah pohon, tergantung kekuatan akarnya, dan akar yang merambat jauh ke dalam tanah tidak terlihat.
Lebih dalam lagi, bahwa dzat Tuhan invisibel. Karena itu, Tuhan lebih kuat, bahkan Maha Kuat, karena Dialah pembuat energi, atau dalam istilah saya: Maha Energi.
Sahabat resensi, salah satu energi invisibel dan sangat merugikan kita adalah setan. Kembali ke analogi si Anto berperang melawan si Budi. Tentunya, si Budi-lah yang menang, karena si Budi bisa melihat si Aanto dan si Anto tak bisa melihat si Budi. Itulah kenapa kita sering kalah berperang melawan setan, karena setan bisa dengan jelas melihat kita, menyerang kita dari kanan, kiri, depan dan belakang tanpa kita sadari. Kita tak bisa melihat akslerasinya. Kita sering kalah. Ya iyalah, pertarungan menjadi tak seimbang: invisibel vs visibel. Kalah dan KO terus kita sama setan. Biar pertarungan menjadi seimbang, kita harus menggunakan pertarungan invisibel vs invisibel. Jika demikian, kita bisa punya peluang menang.
salatGunakanlah kekuatan invisibel kita, karena kita punya energi itu. Apa saja energi invisibel kita itu? buuuaanyak dan kuat-kuat. Energi-energi invisibel kita adalah niat yang tulus, doa, syukur, sabar, jujur, hati yang penuh cinta kasih terhadap semua makhluk dan selalu berpikir positif,dan beribadah.
Pernahkah dengar nasehat bijak tentang: perang yang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu? Hawa nafsu adalah salah satu setan besar. Jika pola peperangan kita dengan hawa nafsu kita ubah dengan pola peperangan invisibel vs invisibel, kita pasti menjadi pemenang. Minimal, pertempuran jadi seimbang. Repot jugakan kalau babak belur melulu? (hehehe).
Selamat memilih pola wahai para pemenang.

Berani Gagal - Lagu Motivasi


Pay It Forward

menolongSaat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.
Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”
Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.
Percobaanpun dimulai : Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman
keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor.
Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”
Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD, MOM”
Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.
Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”
Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan:”PAY IT FORWARD”
Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.
Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.
Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.
Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu)”

Bagaimana Kami Kehilangan Harapan dan Cara Dapatkan Kembali

Harapan adalah kekuatan hidup yang membuat kita pergi dan memberi kita sesuatu untuk hidup. Harapan adalah bagian penting dari mengatasi masalah hidup dan menjaga ketahanan adalah wajah hambatan. Bahkan secercah harapan bahwa situasi kami akan berbalik dapat menjaga kita pergi.
Padahal, ketika kita mulai kehilangan harapan, hal-hal yang bisa tampak suram. Ketika kita mengalami resistansi konstan dan mencegah dari mencapai tujuan kita, kita dapat mulai merasa seperti ada apa-apa untuk hidup. Jika kita tidak bisa ke mana kita ingin dan tidak merasa mengendalikan hidup kita, apa gunanya?
Jika Anda atau orang lain yang merasa apatis dan lelah berjalan perlombaan tikus hidup Anda mungkin mulai kehilangan harapan. Dalam rangka membuka kemungkinan baru dan memenuhi untuk masa depan Anda, Anda mungkin perlu untuk memelihara harapan.
Di bawah ini merupakan adaptasi dari buku The Psychology of Hope oleh CR Snyder, pelopor terlambat dan besar di bidang psikologi positif.
Bagaimana kita kehilangan harapan

    
* Kurang harapan dari awal - Jika kita mengalami pengabaian dan tidak pernah dipelihara sebagai anak, kita mungkin tidak pernah mengembangkan pemikiran tingkat yang sehat penuh harapan. Kita mungkin tidak memiliki keyakinan dan mengatur ketahanan di tempat, dan hanya berjuang ketika hal-hal mencegah kita mencapai tujuan kita.

    
* Kehilangan koneksi - Ketika kita mengalami kerugian dari waktu ke waktu kita bisa mulai merasa putus asa. Rugi bisa datang dari perceraian, kematian perubahan, dan. Kita juga dapat mengalami kerugian yang tidak berwujud seperti pekerjaan atau aspek penting lainnya dari identitas kita. Ketika kita bertahan dan berkubang dalam kesedihan kita dari keputusasaan ini kehilangan dapat mengatur masuk

    
* Viktimisasi - Ketika kita dilecehkan dan diremehkan kita bisa mulai percaya bahwa hidup adalah bagaimana seharusnya. Kita dapat mulai merasa bahwa kita tidak memiliki kontrol atas apa yang terjadi pada kita dan bahwa hal-hal buruk akan selalu terjadi. Hal ini dapat berhubungan dengan perlakuan tidak adil dari prasangka dan diskriminasi.

    
* Burnout - Jika kita tidak merawat diri sendiri, kita bisa mendapatkan kelelahan dan kewalahan untuk titik di mana kehidupan tampaknya berjalan atas kami. Kita tidak lagi merasa mampu untuk mengelola tanggung jawab kami dan mengembangkan pandangan negatif dan sinis dari dunia dan lain-lain. Burnout dapat menyebabkan kita merasa kalah.
Bagaimana untuk memperbarui harapan
Dalam banyak berharap penelitian memeriksa, faktor utama yang memberikan kontribusi untuk tingkat kita harapan adalah pencapaian tujuan kita. Ketika kita mampu mencapai tujuan kita dan memiliki rasa dukungan dan validasi itu menanamkan harapan.
Dalam pengertian ini, memberdayakan diri Anda sendiri dengan menetapkan tujuan yang efektif adalah kuncinya. Berikut adalah beberapa tips untuk mengatur dan mencapai tujuan Anda dan membawa harapan lebih ke dalam hidup Anda.
Prioritaskan tujuan
Ada begitu banyak bidang dalam kehidupan yang kita mungkin ingin melihat perbaikan, tapi kita tidak bisa melakukan semuanya sekaligus. Jadi, mencari tahu apa domain kehidupan yang Anda inginkan untuk mencapai tujuan, dan apa yang paling penting antara. Apakah Anda ingin memiliki hubungan yang lebih baik, mendapatkan pekerjaan, atau kesehatan fisik yang lebih baik? Pilih satu area untuk memulai dan menetapkan tujuan yang realistis bahwa Anda akan mampu mencapai.
Tetapkan Tujuan SMART
Agar tujuan untuk mengangkat dan menghidupkan kita kita perlu tujuan yang menantang dan memotivasi namun masih realistis. Sebuah singkatan yang baik untuk diikuti dalam rangka untuk tujuan menjadi efektif adalah "SMART."

    * Specific
    * Measurable
    * Action oriented
    * Realistic
    * Time bound

Pindahkan hambatan masa lalu
Ketika bekerja menuju tujuan kita ada kemungkinan akan beberapa situasi tak terduga yang terjadi. Kita harus siap untuk menghadapi hambatan dan kelemahan. Pertimbangkan apa penghalang Anda bisa lari ke dan bagaimana menjadi siap mengelola ini. Ketika mereka muncul Anda akan siap, punya rencana, dan tidak akan dapat menggunakan ini sebagai alasan untuk menyerah. Ini juga akan menjadi bantuan penting untuk keberhasilan tujuan Anda.
Kita perlu tahu di mana kita pergi, dan memiliki gagasan tentang bagaimana dan kapan kita akan ke sana. Dengan mencapai langkah-langkah kecil di sepanjang jalan Anda dapat memperbarui harapan dan terus meregangkan diri further.When kita memecah tujuan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang harapan itu memberikan arah yang jelas dan kemajuan yang terukur yang dapat menjaga kita termotivasi dan harapan untuk masa depan yang sukses.

How We Lose Hope and How to Get it Back

Hope is the life force that keeps us going and gives us something to live for. Hope is a crucial part of dealing with life’s problems and maintaining resilience is the face of obstacles. Even a glimmer of hope that our situation will turn around can keep us going.
Though, when we begin to lose hope, things can seem bleak. When we run into constant resistance and are prevented from reaching our goals we can start to feel like there is nothing to live for. If we can’t get to where we want to be and don’t feel in control of our life, what’s the point?
If you or someone else is feeling apathetic and are tired of running the rat race of life you may be starting to lose hope. In order to open up new and fulfilling possibilities for your future, you may need to nurture hope.
Below is an adaptation from the book, The Psychology of Hope by C.R. Snyder, a late and great pioneer in the field of positive psychology.
How we lose hope
  • Lacking hope from the beginning – If we experienced neglect and were never nourished as a child, we may never have developed a healthy level of hopeful thinking. We might not have confidence and resilience set in place, and simply struggle when things prevent us from achieving our goals.
  • Loss of connections – When we experience loss over time we can start to feel hopeless. Loss can come from divorce, death, and change. We can also experience loss of intangibles like a job or other important aspects of our identity. When we hold on and wallow in our grief from these loses hopelessness can set in.
  • Victimization - When we are abused and belittled we can start to believe that is how life is supposed to be. We can begin to feel that we don’t have any control over what happens to us and that bad things will always occur. This can relate to unfair treatment from prejudice and discrimination.
  • Burnout - If we don’t take care of ourselves we can get exhausted and overwhelmed to a point where life seems to run over us. We no longer feel able to manage our responsibilities and develop a negative and cynical view of the world and others. Burnout can lead us to feel defeated.
How to renew hope
In much of the research examining hope, a major factor that contributes to our level of hope is the achievement of our goals. When we are able to reach our goals and have a sense of support and validation it instills hope.
In this sense, empowering yourself by setting effective goals is the key. Here is a few tips to set and achieve your goals and bring more hope into your life.
Prioritize goals
There are so many areas in life that we may like to see improvements, but we can’t do everything at once. So, figure out what domains of life you want to achieve goals in, and what’s most important between these. Do you want to have better relationships, get a job, or have better physical health? Pick one area to begin and set a realistic goal that you will be able to achieve.
Set SMART Goals
In order for goals to uplift and enliven us we need goals that are challenging and motivating yet still realistic. A good acronym to follow in order for goals to be effective is “SMART.
  • Specific
  • Measurable
  • Action oriented
  • Realistic
  • Time bound
Move past barriers
When working toward our goals there’s likely to be some unexpected situations that occur. We need to be ready to deal with obstacles and drawbacks. Consider what barrier you could run into and how to be prepared to manage these. When they arise you will be ready, have a plan, and won’t be able to use this as an excuse to give up. It will also be an important aid to the success of your goals.
We need to know where we’re going, and have an idea of how and when we’re going to get there. By achieving small steps along the way you can renew hope and continue to stretch yourself further.When we break down goals into short-term, mid-term, and long-term expectations it provides clear direction and measurable progress that can keep us motivated and hopeful for a successful future.