Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal
orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu
apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan.
Bukan pertumbuhan
yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut
untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan
kecepatan apapun itu.
Jika anda sedang benar, jangan terlalu
berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena
keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda.
Tugas
kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena
didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan
untuk berhasil.
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda
sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru.
Orang-orang
yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang
masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan.
Tinggalkanlah
kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara
gembira menuju kegagalan.
Jangan menolak perubahan hanya karena
anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda
merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu.
Anda
tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk
mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru.
Ketepatan sikap adalah dasar semua
ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan
tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah.
Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda
yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan,
telah menua sejak muda.
Hanya orang takut yang bisa berani,
karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila
merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani.
Kekuatan
terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran
yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan
adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa
mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan
kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat.
Seseorang
yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi
menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan.
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang
sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda
akan tampil secemerlang yang berbakat.
Kita lebih
menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut.
Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan
mereka capai.
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan
yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.
Jangan
hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda
capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah
membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas,
yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang.
Waktu
,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan
berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri.
Semua waktu adalah waktu yang
tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang
masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak
ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak
menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber
dari semua kekayaan.
Trust and Believe You Can Do It... So Be Forward... Maju Terus Sampai Mencapai Sesuatu... So Pantang Menyerah....
Minggu, 29 Januari 2012
Sungai
Suatu hari di dalam kelas sebuah sekolah, di tengah-tengah pelajaran,
pak guru memberi sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya : Anak - anak,
jika suatu hari kita berjalan-jalan di suatu tempat, di depan kita
terbentang sebuah sungai kecil, walaupun tidak telalu lebar tetapi airnya
sangat keruh sehingga tidak diketahui berapa dalam sungai tersebut.
Sedangkan satu-satunya jembatan yang ada untuk menyeberangi sungai,
tampak di kejauhan berjarak kira-kira setengah kilometer dari tempat
kita berdiri. Pertanyaan saya adalah, apa yang akan kalian perbuat
untuk menyeberangi sungai tersebut dengan cepat dan selamat? Pikirkan
baik-baik, jangan sembarangan menjawab. Jawablah dengan memberi
alasan kenapa kalian memilih jalan itu. Tuliskan jawaban kalian di
selembar kertas. Kita akan diskusikan setelah ini. Seisi kelas segera
ramai, masing-masing anak memberi jawaban yang beragam. Setelah
beberapa saat menunggu murid-murid menjawab di kertas, pak guru
segera mengumpulkan kertas dan mulailah acara diskusi. Ada
sekelompok anak pemberani yang menjawab: kumpulkan tenaga dan
keberanian, ambil ancang-ancang dan lompat ke seberang sungai. Ada
yang menjawab, kami akan langsung terjun ke sungai dan berenang
sampai ke seberang. Kelompok yang lain menjawab : Kami akan mencari
sebatang tongkat panjang untuk membantu menyeberang dengan tenaga
lontaran dari tongkat tersebut. Dan ada pula yang menjawab : Saya
akan berlari secepatnya ke jembatan dan menyeberangi sungai,
walaupun agak lama karena jarak yang cukup jauh, tetapi lari dan
menyeberang melalui jembatan adalah yang paling aman. Setelah
mendengar semua jawaban anak-anak, pak guru berkata, ”Bagus sekali
jawaban kalian. Yang menjawab melompat ke seberang, berarti kalian
mempunyai semangat berani mencoba. Yang menjawab turun ke air
berarti kalian mengutamakan praktek. Yang memakai tongkat berarti
kalian pintar memakai unsur dari luar untuk sampai ke tujuan.
Sedangkan yang berlari ke jembatan untuk menyeberang berarti kalian
lebih mengutamakan keamanan. Bapak senang kalian memiliki alasan
atas jawaban itu. Semua jalan yang kalian tempuh adalah positif dan
baik selama kalian tahu tujuan yang hendak dicapai. Asalkan kalian mau
berusaha dengan keras, tahu target yang hendak dicapai, tidak akan lari
gunung di kejar, pasti tujuan kalian akan tercapai. Pesan bapak, mulai
dari sekarang dan sampai kapanpun, Kalian harus lebih rajin belajar dan
berusaha menghadapi setiap masalah yang muncul agar berhasil sampai
ke tempat tujuan”. Dalam kenyataan hidup, kita semua sebagai manusia
selalu mempunyai masalah atau problem yang harus di hadapi, selama
kita tidak melarikan diri dari masalah, dan sadar bahwa semua masalah
dan rintangan itu harus diatasi, melalui pola pikir dan cara2 yang positif
serta keberanian kita menghadapi semua itu, tentu hasilnya akan
maksimal. Hanya dengan action dan belajar, belajar dan action lagi.
Manusia baru bisa mencapai pertumbuhan mental yang sehat dan meraih
kesuksesan seperti yang di idam idamkan!
pak guru memberi sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya : Anak - anak,
jika suatu hari kita berjalan-jalan di suatu tempat, di depan kita
terbentang sebuah sungai kecil, walaupun tidak telalu lebar tetapi airnya
sangat keruh sehingga tidak diketahui berapa dalam sungai tersebut.
Sedangkan satu-satunya jembatan yang ada untuk menyeberangi sungai,
tampak di kejauhan berjarak kira-kira setengah kilometer dari tempat
kita berdiri. Pertanyaan saya adalah, apa yang akan kalian perbuat
untuk menyeberangi sungai tersebut dengan cepat dan selamat? Pikirkan
baik-baik, jangan sembarangan menjawab. Jawablah dengan memberi
alasan kenapa kalian memilih jalan itu. Tuliskan jawaban kalian di
selembar kertas. Kita akan diskusikan setelah ini. Seisi kelas segera
ramai, masing-masing anak memberi jawaban yang beragam. Setelah
beberapa saat menunggu murid-murid menjawab di kertas, pak guru
segera mengumpulkan kertas dan mulailah acara diskusi. Ada
sekelompok anak pemberani yang menjawab: kumpulkan tenaga dan
keberanian, ambil ancang-ancang dan lompat ke seberang sungai. Ada
yang menjawab, kami akan langsung terjun ke sungai dan berenang
sampai ke seberang. Kelompok yang lain menjawab : Kami akan mencari
sebatang tongkat panjang untuk membantu menyeberang dengan tenaga
lontaran dari tongkat tersebut. Dan ada pula yang menjawab : Saya
akan berlari secepatnya ke jembatan dan menyeberangi sungai,
walaupun agak lama karena jarak yang cukup jauh, tetapi lari dan
menyeberang melalui jembatan adalah yang paling aman. Setelah
mendengar semua jawaban anak-anak, pak guru berkata, ”Bagus sekali
jawaban kalian. Yang menjawab melompat ke seberang, berarti kalian
mempunyai semangat berani mencoba. Yang menjawab turun ke air
berarti kalian mengutamakan praktek. Yang memakai tongkat berarti
kalian pintar memakai unsur dari luar untuk sampai ke tujuan.
Sedangkan yang berlari ke jembatan untuk menyeberang berarti kalian
lebih mengutamakan keamanan. Bapak senang kalian memiliki alasan
atas jawaban itu. Semua jalan yang kalian tempuh adalah positif dan
baik selama kalian tahu tujuan yang hendak dicapai. Asalkan kalian mau
berusaha dengan keras, tahu target yang hendak dicapai, tidak akan lari
gunung di kejar, pasti tujuan kalian akan tercapai. Pesan bapak, mulai
dari sekarang dan sampai kapanpun, Kalian harus lebih rajin belajar dan
berusaha menghadapi setiap masalah yang muncul agar berhasil sampai
ke tempat tujuan”. Dalam kenyataan hidup, kita semua sebagai manusia
selalu mempunyai masalah atau problem yang harus di hadapi, selama
kita tidak melarikan diri dari masalah, dan sadar bahwa semua masalah
dan rintangan itu harus diatasi, melalui pola pikir dan cara2 yang positif
serta keberanian kita menghadapi semua itu, tentu hasilnya akan
maksimal. Hanya dengan action dan belajar, belajar dan action lagi.
Manusia baru bisa mencapai pertumbuhan mental yang sehat dan meraih
kesuksesan seperti yang di idam idamkan!
TEKAD YANG KUAT
Dikisahkan seorang pemuda miskin, demi memenuhi panggilan kerja yang mendesak dan sesegera mungkin, dia harus menempuh perjalanan cukup jauh ke luar kota. Dia tahu, mobil tua yang dimiliki sebenarnya tidak layak digunakan untuk perjalanan jarak jauh, tetapi keadaan memaksa, sehingga akhirnya diputuskan tetap berangkat dengan mobil tua tersebut. Di tengah perjalanan yang sepi, senja berselimut kegelapan tiba diiringi hujan yang turun dengan deras. Tiba-tiba yang dikuatirkan
terjadi juga, setelah beberapa kali terbatuk-batuk, mesin mobil akhirnya mati. Segala usaha yang serba terbatas telah dilakukan, tetapi sia-sia belaka, mobil tetap diam. Dikelilingi kegelapan malam, hujan dan badai terasa semakin tidak bersahabat. Selama beberapa jam tidak ada mobil yang melintas, si pemuda hanya bisa duduk termenung di dalam mobil meratapi nasibnya. Tiba-tiba.... sekilas terlihat melalui kaca spion, sorotan lampu mobil mendekat dan berhenti di belakang mobil si
pemuda. Diselimuti perasaan takut tetapi lebih pada rasa gembira, si pemuda melihat pengendara mobil turun mendatangi jendela mobilnya. Karena cuaca sangat gelap, hampir-hampir wajah si pengendara tidak terlihat dengan jelas. "Mesin mobil saya mati!" serunya sambil menurunkan kaca jendela mobil. Kemudian orang yang tidak dikenal itu melangkah ke depan mobil dan membuka tutup mesin, mengulurkan tangannya dan entah apa yang dilakukan, tidak lama kemudian dia
memberi isyarat agar memutar kunci kontak. Alangkah terkejut dan mengherankan, mesin mobil hidup! Masih dengan rasa keheranan, si pemuda berseru: "Saya tadinya kuatir, jangan-jangan mobil saya mogok untuk terakhir kalinya". Orang tidak dikenal itupun menjawab dengan tegas "Setiap mobil paling sedikit akan hidup sekali lagi bila diberi perhatian yang semestinya". Tiba-tiba angin mereda, hujan berubah rintik-rintik. Orang asing itu melanjutkankan perkataannya : " Prinsip
yang sama juga berlaku bagi manusia. Selama masih ada sedikit percikan api, belum terlambat bagi seorang manusia untuk membuat awal yang baru ". si pemuda tergesa-gesa mengucapkan banyak terima kasih dan segera meneruskan sisa perjalanannya dan tiba ditempat yang dituju dengan selamat. Memang, begitu penting sebuah percikan api untuk bisa menghidupkan mobil, demikian pula di dalam kehidupan manusia, percikan api bisa diartikan sebagai semangat, hasrat, niat atau tekad. Bagi setiap manusia, siapapun dia, bagaimanapun keadaannya, selama masih mempunyai percikan api yang berbentuk TEKAD, maka tiada kata terlambat untuk memulai sebuah awal yang baru! Kebangkitan baru! Dan menciptakan kesuksesan baru!
TEKAD YANG KUAT
Sungguh tidak mudah untuk berjuang dan keluar sebagai pemenang! Begitu pentingnya kekuatan TEKAD atau percikan api bagi saya! Tanpa TEKAD YANG KUAT untuk mengubah nasib dengan
berjuang mati-matian, tidak mungkin nasib bisa saya ubah dan meraih kesuksesan seperti hari ini.. Dengan bersyukur atas keberhasilan yang telah saya raih, saya bertekad untuk tetap belajar / mendapatkan kita harapkan , berjuang! Berjuang dan belajar lagi!! Dan membagi semangat pada setiap orang yang membutuhkan agar bisa memiliki kekayaan mental dan sama-sama meraih kesuksesan untuk kehidupan yang lebih bernilai.Tetapi terkadang kita terlalu cepat untuk mengambil suatu kesimbulan tanpa mempertimbangkan salah benarnya!
terjadi juga, setelah beberapa kali terbatuk-batuk, mesin mobil akhirnya mati. Segala usaha yang serba terbatas telah dilakukan, tetapi sia-sia belaka, mobil tetap diam. Dikelilingi kegelapan malam, hujan dan badai terasa semakin tidak bersahabat. Selama beberapa jam tidak ada mobil yang melintas, si pemuda hanya bisa duduk termenung di dalam mobil meratapi nasibnya. Tiba-tiba.... sekilas terlihat melalui kaca spion, sorotan lampu mobil mendekat dan berhenti di belakang mobil si
pemuda. Diselimuti perasaan takut tetapi lebih pada rasa gembira, si pemuda melihat pengendara mobil turun mendatangi jendela mobilnya. Karena cuaca sangat gelap, hampir-hampir wajah si pengendara tidak terlihat dengan jelas. "Mesin mobil saya mati!" serunya sambil menurunkan kaca jendela mobil. Kemudian orang yang tidak dikenal itu melangkah ke depan mobil dan membuka tutup mesin, mengulurkan tangannya dan entah apa yang dilakukan, tidak lama kemudian dia
memberi isyarat agar memutar kunci kontak. Alangkah terkejut dan mengherankan, mesin mobil hidup! Masih dengan rasa keheranan, si pemuda berseru: "Saya tadinya kuatir, jangan-jangan mobil saya mogok untuk terakhir kalinya". Orang tidak dikenal itupun menjawab dengan tegas "Setiap mobil paling sedikit akan hidup sekali lagi bila diberi perhatian yang semestinya". Tiba-tiba angin mereda, hujan berubah rintik-rintik. Orang asing itu melanjutkankan perkataannya : " Prinsip
yang sama juga berlaku bagi manusia. Selama masih ada sedikit percikan api, belum terlambat bagi seorang manusia untuk membuat awal yang baru ". si pemuda tergesa-gesa mengucapkan banyak terima kasih dan segera meneruskan sisa perjalanannya dan tiba ditempat yang dituju dengan selamat. Memang, begitu penting sebuah percikan api untuk bisa menghidupkan mobil, demikian pula di dalam kehidupan manusia, percikan api bisa diartikan sebagai semangat, hasrat, niat atau tekad. Bagi setiap manusia, siapapun dia, bagaimanapun keadaannya, selama masih mempunyai percikan api yang berbentuk TEKAD, maka tiada kata terlambat untuk memulai sebuah awal yang baru! Kebangkitan baru! Dan menciptakan kesuksesan baru!
TEKAD YANG KUAT
Sungguh tidak mudah untuk berjuang dan keluar sebagai pemenang! Begitu pentingnya kekuatan TEKAD atau percikan api bagi saya! Tanpa TEKAD YANG KUAT untuk mengubah nasib dengan
berjuang mati-matian, tidak mungkin nasib bisa saya ubah dan meraih kesuksesan seperti hari ini.. Dengan bersyukur atas keberhasilan yang telah saya raih, saya bertekad untuk tetap belajar / mendapatkan kita harapkan , berjuang! Berjuang dan belajar lagi!! Dan membagi semangat pada setiap orang yang membutuhkan agar bisa memiliki kekayaan mental dan sama-sama meraih kesuksesan untuk kehidupan yang lebih bernilai.Tetapi terkadang kita terlalu cepat untuk mengambil suatu kesimbulan tanpa mempertimbangkan salah benarnya!
Sabtu, 28 Januari 2012
Semangat Menyiapkan Diri Menjadi Pemimpin Masa Depan
![[Image: cara-jadi-bos-bisnis-online.jpg]](http://www.febryfadly.com/wp-content/uploads/2010/06/cara-jadi-bos-bisnis-online.jpg)
Dalam dunia professional kerja semua karyawan pasti pernah merasakan menjadi anak buah yang dimulai dari level jabatan kerja paling bawah. Entah yang sekarang menjadi menjadi Manager, Supervisor, Line Leader ataupun yang sekarang masih menjadi operator setelah melewati beberapa waktu masa kerja.
Menjadi seorang karyawan dalam posisi apapun itu adalah mutlak menjadi pilihan kita. Kita ingin sukses atau tidak ingin sukses tergantung pada pilihan yang kita jalani. Namun tanpa kita sadari terkadang kita terjebak dalam pola pikir yang kurang membangun semangat hidup dan kerja kita.
“ Ah memang sudah nasib kita menjadi anak buah…”
“ Itu kan memang sudah diatur…”
Bagaimana supaya kita tidak terjebak dalam pola pikir seperti tersebut diatas ?
Kita harus menyadari menjadi seorang anak buah adalah suatu keharusan yang harus dijalani dalam fase aktivitas professional kerja kita untuk menjadi seorang pemimpin dimanapun kita berada.
1. Menjadi Anak Buah itu adalah Anugerah
Tidak semua orang mempunyai kesempatan seperti yang kita miliki, banyak di lingkungan kita yang masih sibuk mencari sebuah pekerjaan. Jadi sudah sepatutnya kita bersyukur dan berpikir positif dengan kesempatan yang kita untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi kita menjadi seorang pemimpin.
2. Menjadi Anak Buah itu Kesempatan Emas Menjadi Pemimpin
Kita harus mempunyai kesadaran yang kuat bahwa dengan “ menjadi anak buah yang baik kita bisa menjadi pemimpin yang baik “ Sebagai anak buah kita mempunyai kesempatan yang sangat terbuka belajar dari pemimpin kita yang artinya kita punya kesempatan untuk lebih baik dari pemimpin kita sekarang. Kita bisa memanfaatkan belajar dari atasan kita bagaimana memimpin dengan baik, benar dan sehat yang membuat kita kedepan dapat menjadi pemimpin yang efektif, efisien dan sehat dikemudian hari.
3. Menjadi Anak buah Kita Memiliki Masa Depan
Kita sebagai anak buah yang mempunyai komitment tingi terhadap kualitas, disiplin dan kinerja yang tinggi membuktikan bahwa kita siap menyambut masa depan yang lebih baik. Kita diambil dalam suatu perusahaan sebagai anak buah tujuannya adalah dipersiapkan oleh pimpinan kita menjadi pemimpin dimasa mendatang. Kita adalah pemilik masa depan, karena kita berusaha dan menyiapkan diri kita mulai dari sekarang.
4. Menjadi Anak buah adalah peluang membuktikan Diri
Menjadi seorang pemimpin membutuhkan investasi waktu, tenaga, pikiran, mengukir prestasi, dll…. kita harus bisa membuktikan dulu bahwa kita adalah orang yang mampu dan bisa dipercaya. Karena kepercayaan, integritas dan komitment yang kuat adalah kunci kita diberi tanggung jawab yang lebih besar dan lebih tinggi dari karir kita sekarang. Masa depan adalah hasil yang kita lakukan sekarang, jadi jika kita melakukannya semua dengan baik maka masa depan menjadi milik kita.
5. Menjadi Anak buah adalah Calon Pemimpin Masa Depan
Tidak semua pendaki gunung bisa mencapai puncak – tidak semua anak buah akan menjadi pemimpin, diperlukan integritas, dedikasi, komitment yang kuat, keseriusan, usaha keras pantang menyerah, tidak malas, selalu belajar menambah skill pengetahuan dan kesabaran dalam bersikap dan banyak ujian lain yang harus kita lewati untuk mendaki mencapai puncak. Bukan hanya terjebak dalam angan – angan dan mimpi yang besar tanpa sesuatu yang kita lakukan.
Mari kita persiapkan diri kita dengan menempa diri kita sekuat – kuatnya, belajar menghargai waktu dengan aktivitas positif sebanyak – banyaknya, mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin yang berdedikasi dan mempunyai integritas yang kuat sehingga kita bisa menjadi pemimpin yang terhormat yang memimpin dengan kehormatan dimasa depan
Memastikan diri selalu siap untuk berangkat ketika kereta lewat atau baru bersiap – siap ketika kereta lewat… Ini sebuah pilihan yang sangat menentukan bentuk masa depan kita…
Aku telah mempelajari ini setidaknya melalui eksperimen bahwa jika seseorang terus maju ke arah impian – impiannya dan berupaya menjalani kehidupan seperti yang dikhayalkannya maka dia akan bertemu dengan keberhasilan pada saatnya…
sumber: http://yasinasfari.com/motivasi/semangat...masa-depan
Satu Jiwa dalam Tubuh Berbeda - Itulah Sahabat
Periksalah kembali
persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana?
Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini. Bekerja keras dan meniti
jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari persahabatan.
Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tingi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikianlah hidup yang ingin anda jalani? Bukan.
Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan merupakan bagian dari kehidupan anda. Binalah persahabatan. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup anda. berbagi kesedihan pada sahabat, dapat mengurangi kesediahan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat, memperkokoh kebahagiaan.
Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda. Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan baban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan.
Di sana anda belajar menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.
Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tingi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikianlah hidup yang ingin anda jalani? Bukan.
Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan merupakan bagian dari kehidupan anda. Binalah persahabatan. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup anda. berbagi kesedihan pada sahabat, dapat mengurangi kesediahan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat, memperkokoh kebahagiaan.
Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda. Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan baban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan.
Di sana anda belajar menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
